Rabu, 03 April 2013

Ekonomi


Perekonomian Indonesia

1.       Dasar- Dasar Perekonomian Indonesia
• Pembukaan UUD 1945 alinea 1, yang menitik beratkan pada kesejahteraan rakyat.
Kesejahteraan berarti berkecukupan dalam hal finansial.
• UUU 1945 pasal 33 ayat 1,2 dan 3
- Pasal 1 : Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
- Pasal 2 : Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
- Pasal 3 : Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Penjelasan pasal 33 menyebutkan bahwa “dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat-lah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang”.
Berdasarkan pasal 33 ayat 1, para pemimpin kita mengartikan bahwa perekonomian Indonesia adalah koperasi. Selanjutnya dikatakan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.
Sehingga, sebenarnya secara tegas Pasal 33 UUD 1945 beserta penjelasannya, melarang adanya penguasaan sumber daya alam ditangan orang-seorang. Dengan kata lain monopoli, oligopoli maupun praktek kartel dalam bidang pengelolaan sumber daya alam adalah bertentangan dengan prinsip pasal 33.
Pasal 33 mengamanatkan bahwa perekonomian indonesia akan ditopang oleh 3 pemain utama yaitu koperasi, BUMN/D (Badan Usaha Milik Negara/Daerah), dan swasta yang akan mewujudkan demokrasi ekonomi yang bercirikan mekanisme pasar, serta intervensi pemerintah, serta pengakuan terhadap hak milik perseorangan.

2.       Macam-Macam Sistem Perekonomian
• Sistem Ekonomi Pasar
Sistem ekonomi pasar sering juga disebut sistem ekonomi liberal. Sistem ekonomi pasar merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengolahan dan pemanfaatan sumber daya di dalam perekonomian yang dilakukan oleh individu dan terbebas dari campur tangan pemerintah. Jadi, sistem ekonomi pasar sangat bertolak belakang dengan sistem ekonomi komando.
• Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi komando sering juga disebut sebagai sistem ekonomi sosialis atau terpusat. Sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat. Oleh karena itu, dalam sistem ekonomi ini peranan pemerintah dalam berbagai kegiatan ekonomi sangat dominan.
• Sistem Ekonomi Komunisme
Sistem Perekonomian komunisme, adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber2x kegiatan perekonomian.Setiap orang tak boleh memiliki kekayaan pribadi. Sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis, mulai dari yang kecil hingga yng besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan Pemerataan Ekonomi dan kebersamaan.
• Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan sistem ekonomi yang lahir sebagai alternatif dari sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi campuran ini mengambil kelebihan dari sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campuran, persoalan organisasi ekonomi sebagian dipecahkan melalui mekanisme pasar dan sebagian lagi dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat.

3.       Pembagian Perekonomian Indonesia Berdasarkan Waktu
• Masa Orde Lama
Perekonomian Indonesia pada masa ini mengalami penurunan atau memburuk. Terjadinya pengeluaran besar-besaran yang bukan ditujukan untuk pembangunan dan pertumnbuhan ekonomi melainkan berupa pengeluaran militer untuk biaya konfrontasi Irian Barat, Impor beras, proyek mercusuar, dan dana bebas (dana revolusi) untuk membalas jasa teman-teman dekat dari rezim yang berkuasa. Perekonomian juga diperparah dengan terjadinya hiperinflasi yang mencapai 650%. Selain itu Indonesia mulai dikucilkan dalam pergaulan internasional dan mulai dekat dengan negara-negara komunis.
• Masa Orde Baru
Pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat.
• Masa Transisi Reformasi
Dari masa transisi pemerintahan B.J. Habibie sebagai Presiden ketiga Indonesia yang menggantikan Soeharto tidak memberi perubahan bagi bangsa Indonesia tetapi malah membuat keputusan yang salah dan tidak bisa dibayar dengan apapun yaitu mengadakan jejak pendapat disintergasi bangsa di Timor Timur. Hasilnya dari jajak pendapat itu yang mengecewakan bangsa Indonesia karena lebih besar rakyat Timor Timur memilih untuk merdeka dan menjadi Negara yang berdaulat. Untuk itu lepasnya Timor Timur ini adalah kegagalan rezim B.J. Habibie karena secara nyata wilayah teritorial Indonesia berkurang.
• Masa Reformasi
Setelah tercetusnya Reformasi pada Tahun 1998 yang dipelopori oleh pergerakan mahasiswa seluruh Indonesia ternyata tidak membuahkan hasil yang positif bagi bangsa Indonesia yang dirasakan sampai saat ini. Dapat kita lihat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) masih banyak terjadi di Negara ini, sehingga merugikan Negara yang berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat.

Masalah ekonomi timbul sebagai akibat dari ketidakseimbangan di antara keinginan manusia untuk mendapat barang dan jasa dengan kemampuan faktor- faktor produksi menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi keinginan tersebut.
BEBERAPA MASALAH POKOK DALAM PEREKONOMIAN : Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi. Menentukan cara barang diproduksi. Menentukan untuk siapa barang- barang diproduksi.
BATAS KEMUNGKINAN PRODUKSI/ kurva kemungkinan produksi (Production Possibilities Frontier) adalah produksi yang dapat diciptakan masyarakat pada suatu periode tertentu apabila faktor- faktor produksi sepenuhnya digunakan dan tingkat teknologi tidak berubah.
Menunjukkan batas maksimum dari tingkat produksi yang dapat dicapai oleh suatu masyarakat dengan menggunakan seluruh faktor- faktor produksi yang dimiliki.
- Batas kemungkinan produksi dalam angka. Beberapa pemisalan yang digunakan Tingkat produksi yang dapat dicapai.
- Kurva kemungkinan produksi. Membentuk kurva kemungkinan produksi Biaya kesempatan (Opportunity Cost) adalah  jumlah ( kuantitas suatu barang yang harus dikurangi produksinya untuk meningkatkan produksi satu unit barang lain (dalam konteks analisis kurva kemungkinan produksi).
- Pengangguran, Penghamburan dan Keadaan yang “tidak tercapai”. Pengangguran Penghamburan Tingkat produksi yang tidak tercapai.
- Pertumbuhan Ekonomi. pertambahan dalam faktor- faktor produksi. Kemajuan Teknologi adalah perkembangan teknik memproduksi dan cara- cara memproduksi, perbaikan peralatan yang digunakan dalam proses produksi, peningkatan dalam kemahiran pekerja dan perbaikan dalam pengurusan perusahaan yang menyebabkan sejumlah faktor produksi yang sama dapat menghasilkan jumlah produksi yang lebih besar.
KURVA KEMUNGKINAN PRODUKSI DAN MASALAH EKONOMI

Suatu kurva yang menggambarkan kombinasi dua barang yang dapat dihasilkan oleh sejumlah faktor- faktor produksi tertentu yang dapat diubah kombinasinya, apabila dimisalkan faktor- faktor produksi tersebutsepenuhnya digunakan dan tingkat teknologi tidak berubah.
- Memilih barang yang harus diproduksi. a.l. Faktor- faktor produksi sepenuhnya digunakan, Faktor- faktor produksi tetap jumlahnya, Teknologi tidak mengalami perubahan, Hanya dua macam barang produksi, Biaya kesempatan semakin meningkat.
- Masalah Pengangguran
- Masalah Pertumbuha Ekonomi yang tidak teguh

SISTEM- SISTEM PEREKONOMIAN

sistem pasar bebas, sistem ekonomi campuran, dan sistem ekonomi perencanaan pusat.
- Sistem pasar bebas atau laissez- faire. Laissez- faire ( Perancis ) “Biarlah mereka melakukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan mereka” adalah organisasi kegiatan ekonomi suatu masyarakat/ negara di mana penentuan kegiatan ekonomi sepenuhnya ditentukan oleh interaksi di antara produsen dan rumah tangga (konsumen) di pasaran. Apa yang perlu dihasilkan? Bagaimana cara memproduksi barang yang diminta masyarakat? Untuk siapa barang diproduksikan?
 - Sistem Ekonomi Campuran. Efek Sistem Pasar Bebas. Peranan Campur Tangan Pemerintah.
- Sistem Ekonomi Perencanaan Pusat “command economy” adalah suatu sistem pengaturan kegiatan ekonomi di mana tanah, unit produksi dan seluruh peralatan produksi dimiliki oleh pemerintah

Selasa, 02 April 2013

Dampak Merokok



Dampak Merokok
Pengertian Rokok
       Rokok adalah gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yg dibungkus. Rokok dibungkus dengan daun nipah, kertas, dan filter. Rokok banyak mengandung zat kimia yang berbahaya bagi tubuh seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida.

Alasan Individu Mulai Merokok
     Individu yang merokok pasti memiliki berbagai macam alasan yang menyebabkan ia mencoba merokok dan tanpa disadari telah menjadi seorang perokok aktif. Alasan yang disampaikan terkadang tidak masuk akal.
     Menurut Hardinge dan Shyrock (1999/2001) beberapa alasan seperti, mencontoh orang lain, tekanan kelompok sebaya, keinginan untuk menyesuaikan diri, kedewasaan, dan keinginan untuk mencoba-coba. Mencontoh orang lain dapat dilakukan dengan meniru perilaku perokok orang-orang di sekitar lingkungan seperti orang tua, tetangga, dan orang lain yang dikagumi. Tekanan pada kelompok sebaya karena merokok merupakan alasan untuk diterima dalam kelompok, remaja belasan tahun sering merokok karena memiliki lingkungan dengan teman-teman yang merokok. Keinginan untuk menyesuaikan diri ini terjadi karena sebagian orang tahu bahwa dirinya terlalu sulit untuk melawan kecenderungan umum. Melawan rasa ingin merokok sulit dilakukan oleh remaja, sehingga mereka merasa bahwa merokok merupakan sesuatu yang harus dilakukan. Kedewasaan dianggap juga sebagai alas an, individu yang telah merokok dianggap telah dewasa, sehingga remaja belasan tahun mencoba membuktikan kedewasaan dirinya dengan merokok. Keinginan untuk mencoba-coba adalah alasan terakhir dari individu yang mulai merokok. Remaja belasan tahun ingin mencoba sesuatu yang baru, ingin bergembira, dan melakukan sesuatu yang lain.

Hambatan untuk Berhenti Merokok
     Menurut Hardinge dan Shyrock (1999/2001) sejumlah hambatan yang menghalangi perokok untuk berhenti merokok, sebagai berikut ini :
     Kenikmatan yang diberikan rokok. Rokok dapat memberikan gairah untuk terus bersemangat karena adanya zat nikotin, tembakau dan zat-zat lainnya.
     Menghilangkan stress. Rokok dapat digunakan sebagai pelarian. Apabila seseorang sedang marah, frustasi, gelisah, maka rokok akan bertindak sebagai penenang. Rokok hanya menghilangkan ketegangan dalam waktu yang singkat.
     Gejala yang timbul saat berhenti merokok. Menghilangkan kebiasaan merokok dapat membuat perokok menjadi gelisah dan merasa tidak enak. Menghilangkan ketagihan membutuhkan penyesuaian kembail fungsi-fungsi tubuh. Masalah yang biasanya sering terjadi, yaitu mual, sakit kepala, tidak bisa tidur, dan gelisah serta mudah tersinggung, tidak senang, tidak merasa enak, dan tidak merasa baik.
     Membantu santai. Merokok dapat membuat perasaan santai sehingga perokok yang ingin berhenti akan sulit menghilangkan perasaan tersebut.
     Memberikan rasa aman. Merokok dapat memberikan rasa aman, sehingga perokok sulit untuk meninggalkan rokok.
     Memberikan rasa percaya diri. Rokok meningkatkan rasa percaya diri karena zat-zat yang terkandung didalamnya.

Bahaya Merokok
         Rokok memiliki berbagai macam racun yang dapat membahayakan kesehatan seseorang. Bahaya merokok pun terdapat pada kemasan rokok, namun banyak perokok yang tidak menanggapi peringatan tersebut. Menurut Diehl dan Ludington (2002), bahaya merokok disebabkan karena nikotin dan karbon monoksida dalam asap tembakau.
      Nikotin dapat menimbulkan perasaan lembut, santai, dan rasa senang. Namun begitu, nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh arteri kecil, jantung, otak, dan organ penting lainnya kekurangan oksigen. Zat nikotin adalah bahan yang membuat perokok ketagihan. Karbon monoksida dapat menggangu kemampuan sel darah merah mengikat oksigen. Hal ini menyebabkan napas menjadi pendek, ketahanan tubuh berkurang, mendorong dan meningkatkan penyempitan dan pengerasan pembulu arteri.