Dampak Merokok
Pengertian Rokok
Rokok adalah gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yg dibungkus. Rokok dibungkus dengan daun nipah, kertas, dan filter.
Rokok banyak mengandung zat kimia yang berbahaya bagi tubuh seperti nikotin,
tar, dan karbon monoksida.
Alasan Individu Mulai Merokok
Individu
yang merokok pasti memiliki berbagai macam alasan yang menyebabkan ia mencoba merokok dan tanpa
disadari telah menjadi seorang perokok aktif. Alasan yang disampaikan terkadang tidak masuk akal.
Menurut Hardinge dan Shyrock (1999/2001) beberapa alasan seperti, mencontoh
orang lain, tekanan kelompok sebaya, keinginan untuk menyesuaikan diri,
kedewasaan, dan keinginan untuk mencoba-coba. Mencontoh orang lain dapat dilakukan dengan meniru perilaku perokok
orang-orang di sekitar lingkungan seperti orang tua, tetangga, dan orang lain
yang dikagumi. Tekanan pada kelompok sebaya karena merokok merupakan alasan untuk diterima
dalam kelompok, remaja belasan tahun sering merokok karena memiliki lingkungan
dengan teman-teman yang merokok. Keinginan untuk menyesuaikan diri ini terjadi karena
sebagian orang tahu bahwa dirinya terlalu sulit untuk melawan kecenderungan
umum. Melawan
rasa ingin merokok sulit dilakukan
oleh remaja, sehingga mereka merasa bahwa merokok merupakan
sesuatu yang harus dilakukan. Kedewasaan dianggap juga sebagai alas an, individu yang telah merokok dianggap telah dewasa,
sehingga remaja belasan tahun mencoba membuktikan kedewasaan dirinya dengan
merokok. Keinginan untuk mencoba-coba adalah alasan terakhir dari individu yang
mulai merokok. Remaja
belasan tahun ingin mencoba sesuatu yang baru,
ingin bergembira, dan melakukan sesuatu yang lain.
Hambatan untuk Berhenti Merokok
Menurut Hardinge dan Shyrock (1999/2001) sejumlah hambatan yang menghalangi
perokok untuk berhenti merokok, sebagai berikut ini :
Kenikmatan yang diberikan rokok. Rokok dapat memberikan gairah untuk terus
bersemangat karena adanya zat
nikotin, tembakau dan zat-zat lainnya.
Menghilangkan stress. Rokok dapat digunakan sebagai pelarian. Apabila seseorang sedang marah,
frustasi, gelisah, maka rokok akan bertindak sebagai penenang. Rokok hanya menghilangkan
ketegangan dalam
waktu yang singkat.
Gejala yang timbul saat
berhenti merokok. Menghilangkan
kebiasaan merokok dapat
membuat perokok
menjadi gelisah dan merasa tidak enak. Menghilangkan ketagihan membutuhkan penyesuaian kembail
fungsi-fungsi tubuh. Masalah yang
biasanya sering terjadi, yaitu
mual, sakit kepala, tidak bisa tidur, dan gelisah serta mudah tersinggung,
tidak senang, tidak merasa enak, dan tidak merasa baik.
Membantu santai. Merokok
dapat
membuat perasaan santai sehingga perokok yang ingin berhenti akan sulit
menghilangkan perasaan
tersebut.
Memberikan rasa aman. Merokok dapat memberikan rasa aman, sehingga perokok sulit untuk
meninggalkan rokok.
Memberikan rasa percaya diri. Rokok meningkatkan
rasa percaya diri
karena zat-zat yang terkandung didalamnya.
Bahaya Merokok
Rokok
memiliki berbagai macam racun yang dapat membahayakan kesehatan seseorang. Bahaya merokok pun terdapat pada
kemasan rokok, namun banyak perokok yang tidak menanggapi peringatan tersebut. Menurut
Diehl dan Ludington (2002),
bahaya merokok disebabkan karena nikotin dan karbon monoksida dalam asap
tembakau.
Nikotin dapat menimbulkan
perasaan lembut, santai, dan rasa senang. Namun begitu, nikotin dapat menyebabkan penyempitan
pembuluh arteri kecil, jantung, otak, dan organ penting lainnya kekurangan oksigen.
Zat nikotin
adalah bahan yang membuat perokok
ketagihan. Karbon monoksida dapat menggangu
kemampuan sel darah merah mengikat
oksigen. Hal ini menyebabkan napas menjadi
pendek, ketahanan tubuh
berkurang, mendorong dan meningkatkan
penyempitan dan pengerasan pembulu arteri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar